Dream High,
Mungkin kata di atas tidak asing untuk para penikmat drama korea. Ya dream high adalah sebuah drama yang bercerita tentang sekelompok remaja yang berusaha meraih mimpinya. Tapi sayangnya saya tidak akan membahas tentang drama tersebut, melainkan mencoba menuangkan arti mimpi menurut pikiran saya.
Pasti semua orang punya mimpi, harapan dan cita-cita yang tinggi. Walapun tidak semua orang dapat mewujudkan mimpi-mimpi itu.
Mimpi? Apa sih artinya mimpi?
Mimpi yang dimaksud di sini adalah cita-cita, harapan, obsesi atau keinginan yang ingin dicapai di masa depan. Layaknya mimpi saat tidur/ mimpi alam bawah sadar, kita pasti juga ingin mimpi masa depan kita menjadi mimpi yang indah dan happy ending. Tentu saja, kita tak dapat mengatur mimpi alam bawah sadar menjadi sesuai keinginan kita, kadang kita juga mengalami mimpi buruk yang menakutkan dan membuat tidur terasa tidak nyaman. Begitu juga mimpi masa depan, kita memang bisa memilih tapi tak bisa mengetahui apa yang akan kita lalui untuk menggapai mimpi itu. Di sinilah menariknya.
Banyak orang bilang, ‘Kalau mimpi jangan terlalu tinggi, nanti sakit kalau terjatuh’. Menurut saya, kalimat itu malah mematikan mimpi seseorang. Seseorang jadi takut untuk bermimpi, mereka takut tak dapat menggapainya bahkan sebelum berusaha. Sepengetahuan saya, yang namanya jatuh pasti sakit.
Menurut saya, bermimpi itu harus setinggi-tingginya. ‘Letakkanlah mimpimu setinggi-tingginya’, inilah kalimat yang benar menurut saya. Toh, kita tak harus membayar untuk bermimpi, kita hanya perlu berusaha untuk menggapainya.
Bagaimana kalau terjatuh?
Itu adalah resiko. Dalam menggapai mimpi yang kita inginkan, tak mungkin semuanya berjalan mulus seperti kehendak kita, pasti ada saatnya kita terjatuh. Dan di sinilah kita akan belajar, belajar memperbaiki kesalahan dan kekurangan kita, belajar untuk tidak terjatuh lagi.
Tidak semua orang mudah bangkit lagi saat terjatuh?
Memang, kadang malah ada yang depresi karena sudah habis-habisan tapi gagal meraih mimpinya. Di sinilah fungsi keluarga dan teman-teman kita. Cobalah berbagi cerita dengan keluarga dan teman-teman kita saat kita mengalami kesusahan! Dengan begitu mereka bisa memahami dan meringankan atau bahkan membantu kita menghadapi masalah yang menghalangi kita. Mereka-lah yang akan membantu, menjadi alas kita saat kita terjatuh.
Jadi, bermimpilah yang tinggi! Jangan takut terjatuh! Karena ada orang tua yang selalu mendoakan kesuksesan kita dan teman-teman yang selalu mendukung kita..
Dian Wahyu Utami (10108579)
3KA15
IP address dibagi menjadi 5 kelas, kelas A, kelas B, kelas C, kelas D dan kelas E. Tapi hanya 3 kelas yang umumnya digunakan, yaitu :
Kelas A = 0-127 dengan jumlah host yang bisa dibuat kurang lebih ada 16 juta host.
Kelas B = 128-191 dengan jumlah host yang bisa dibuat kurang lebih ada 65 ribu host.
Kelas C = 192-223 dengan jumlah host yang bisa dibuat ada 254 host.
Dan untuk kelas D & E itu digunakan untuk multicast IP. Jadi, untuk sekarang 2 kelas IP ini masih belum digunakan.
Ada 4 oktet dalam bilangan IP. Masing-masing oktet memiliki jumlah biner 8 buah. Dan biner dilambangkan 1 & 0. Untuk penghitungannya, hanya biner 1 yang dihitung dan biner 0 tidak dihitung. Untuk biner 1 masing-masing memiliki jumlah yang berbeda.
1 1 1 1 1 1 1 1 = Disamping ini adalah jumlah biner dan jika dijumlahkan semuanya adalah 255.
128 64 32 16 8 4 2 1
misal:
11000000.10100100.00001010.00000001 = 192.168.10.1
atau:
11111111.11111111.11111111.11111111 = 255.255.255.255
Menghitung IP address pada kelas C
*Jangkauan oktet pertamanya harus terletak antara 192 sampai dengan 223.
contoh : 192.168.1.0/25 ?
artinya 192.168.1.0 kelas C dengan Subnet Mask /25 berarti 11111111.11111111.11111111.10000000 (255.255.255.128)
Analisa perhitungan IP :
1. Jumlah Subnet = 2x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada oktet terakhir subnet mask (2 oktet terakhir untuk kelas B, dan 3 oktet terakhir untuk kelas A). Jadi Jumlah Subnet adalah 21= 2 subnet.
2. Jumlah Host per Subnet = 2y – 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada oktet terakhir subnet. Jadi jumlah host per subnet adalah 27– 2 = 126 host.
3. Blok Subnet = 256 – 128 (nilai oktet terakhir subnet mask) = 128. Subnet berikutnya adalah 128 + 128 = 256. Jadi subnet lengkapnya adalah 0, 128.
4. Alamat host dan broadcast yang valid, kita langsung buat tabelnya. Sebagai catatan, host pertama adalah 1 angka setelah subnet, dan broadcast adalah 1 angka sebelum subnet berikutnya.
NETWORK | ||
SUBNET | 192.168.1.0 | 192.168.1.128 |
HOST PERTAMA | 192.168.1.1 | 192.168.1.129 |
HOST TERAKHIR | 192.168.1.126 | 192.168.1.254 |
BROADCAST | 192.168.1.127 | 192.168.1.255 |
IP range :
| NETWORK ID | IP ADDRESS RANGE | BROADCAST ACCESS |
| 192.168.1.0 | 192.168.1.1 - 192.168.1.126 | 192.168.1.127 |
| 192.168.1.128 | 192.168.1.129 – 192.168.1.254 | 192.168.1.255 |
Gambar jaringannya :

Judul Novel : Ways To Live Forever
Penulis : Sally Nicholls
Penerjemah : Tanti Lesmana
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 2008
Tebal : 214 halaman
Harga : Rp. 38.000,-
Sinopsis :
Ways to live forever adalah buku harian Sam McQueen yang berisi daftar-daftar, cerita-cerita, foto-foto, berbagai pertanyaan dan fakta yang dikumpulkan selama minggu-minggu terakhir kehidupannya. Sam menulis dimulai dari tanggal 7 Januari dan berakhir tanggal 12 April. Sam penderita leukemia menghabiskan sisa dari usia nya dengan membuat pertanyaan-pertanyaan mengenai kematian. Mungkin beberapa dari kita berkata tidak pernah takut kematian tapi mungkin pernyataan kita akan berbeda kalau kita sudah berada di pintu kematian seperti Sam. Sam dan sahabatnya Felix yang penderita kanker juga mengisi sisa hari usia mereka dengan membuat begitu banyak pertanyaan mengenai kematian dan hal-hal yang belum pernah dilakukan dan ingin sekali melakukan nya sebelum hari buat mereka berakhir.
Berikut Sam menuliskan hal-hal yang ingin dilakukannya:
1. Menjadi ilmuwan terkenal. Menemukan ini-itu dan menulis buku-buku tentang semuanya.
2. Memecahkan rekor dunia. Yang jelas, bukan rekor atletik. Rekor untuk sesuatu yang konyol. Menonton semua film horor yang tidak boleh kutonton. Film-film berlabel 15 tahun keatas. Atau 18 tahun keatas.
3. Naik eskalator untuk turun dan eskalator turun untuk naik.
4. Melihat hantu.
5. Menjadi remaja. Melakukan kegiatan-kegiatan remaja, misalnya minum-minum, merokok dan punya pacar.
6. Naik balon Zeppelin.
7. Naik pesawat angkasa dan melihat Bumi dari luar angkasa.
Sam juga memiliki pertanyaan-pertanyaan yang belum terjawab. Salah satunya, mengapa Tuhan membuat anak-anak jatuh sakit? Sakitkah kalau mati? Dan kenapa sih orang musti mati?. Bisakah anda menjawabnya?
Diakhir tulisannya dia masih bisa bercanda dengan menuliskan pendapatnya bahwa “ Seharusnya upacara kematian dibuat asyik. Para pelayat jangan menggunakan pakaian hitam. Kalian semua mesti menceritakan kisah-kisah lucu tentang aku, jangan yang sedih-sedih”.
Kelebihan :
- Dari segi bahasa, tidak terdapat bahasa yang sulit dipahami. Walaupun novel terjemahan, bahasa yang digunakan mudah dimengerti, tidak bertele-tele dan tidak terdapat kata-kata yang sulit diartikan.
- Dari segi tampilan, novel ini cukup menarik. Dengan warna putih-biru dengan gambar seorang anak kecil serta judulnya Ways To Live Forever (Setelah Aku Pergi), membuat novel ini terlihat sederhana tapi menarik untuk dilihat.
- Dari segi isi, novel ini sangat menarik. Novel ini mengajarkan ketabahan dan memberikan motivasi untuk semua orang yang masih hidup, agar terus berusaha. Jangan sampai Sam yang mengidap penyakit tak terobati saja bisa menjalani hidupnya dengan tabah dan tetap ceria, sedangkan kita yang masih sehat selalu mengeluh tentang tak adilnya hidup.
Kekurangan :
Sulit menemukan kekurangan dari novel ini. Hanya saja label novel dewasa rasanya kurang cocok. Dimana novel ini bercerita tentang Sam yang berusia 11 tahun dengan penyakit leukemianya dan mencoba menjalani hari seperti orang normal. Tidak terdapat tindakan kekerasan ataupun kata-kata tak pantas dan hal-hal yang dapat menyebabkan sebuah novel dikatakan novel dewasa. Novel ini lebih cocok berlabelkan untuk semua umur.
Terdapat banyak kesalahan pada artikel di atas, terutama kesalahan pada kata yang digunakan. Kesalah kalimat disebabkan oleh penggunaan kata tidak baku, tidak menggunakan imbuhan, juga kalimat yang terlalu berputar-putar, tidak langsung pada intinya, sehingga kalimat tersebut menjadi panjang.
1. Inginnya, libur menjadi waktu yang cocok untuk istirahat.
> kalimat sebelumnya menggunakan kata tidak baku, tidak ada imbuhan pada kata -jadi, dan penggunaan bahasa serapan.
2. Sedikit melemaskan syaraf yang tegang, setelah menyelesaikan ujian semester beberapa waktu lau.
>penggunaan kata tidak baku.
3. Untuk teman-teman yang beruntung, mempunyai waktu luang dan uang lebih untuk biaya liburan, pasti tinggal memilih, ingin ke luar kota atau ke luar negeri, tidak menjadi masalah.
> penggunaan kata tidak baku, kata yang tidak perlu, dan kurang memperhatikan imbuhan.
4. Namun untuk teman yang waktu apalagi uangnya kurang, mungkin harus berpikir dua kali.
> penggunaan kata tidak baku.
5. Perjalanan ke luar kota jelas tidak sama biayanya dengan pergi ke toko sebelah, yang dapat ditempuh dengan berjalan kaki atau naik angkuta kota.
> penggunaan kata tidk baku, kurangnya imbuhan dan terdapat kata singkatan.
6. Seperti ini maksudnya, Gaul ingin mengatakan, liburan kali ini, saat kita tidak mengerjakan rutinitas seperti biasanya, kita bisa melakukan kegiatan yang "asyik" dan tidak memakai biaya.
>penggunaan kata tidak baku, kurangnya imbuhan, kata yang tidak diperlukan.
7. Liburan dapat diisi dengan banyak kegiatan yang tetap bermanfaat, misalnya merapikan kamar.
> penggunaan kata tidak baku, kata yang tidak perlu.
8. Coba saja, mengganti suasana kamar kamu!
> penggunaan kata tidak baku, kurangnya imbuhan, kurangnya tanda kalau kalimat itu kalimat ajakan.
9. Jika biasanya meja belajar diletakan di sebelah tempat tidur, coba ganti posisinya!
> penggunaan kata tidak baku, kalimat terlalu berputar-putar, dengan kalimat seperti di atas sudah cukup mewakili maksudnya.
10. Kamu juga bisa menekuni hobi kamu dengan lebih intensif saat liburan.
> penggunaan kata tidak baku.
11. Atau sekadar membantu ayah, ibu bahkan saudara, bukan tidak mungkin kamu menemukan sesuatu yang baru yang "asyik" dan mengagetkan.
>penggunaan kata tidak baku.
Sumber : Tabloid Gaul tahun IX/28 Juni - 4 Juli 2010
Biar(6) lebih mudah, ikuti tip membereskan lemari baju berikut ini. Psstt(7), kegiatan ini bisa membakar kalori hingga 138 kalori dalam waktu 45 menit, lho(8)!
• Keluarkan semua isi lemari dan rapikan lipatan bajunya. Selain bikin(9) baju licin kembali, lipatan yang rapi juga akan memperluas space(10) lemari kita.
• Pilih lagi baju yang akan kitamasukkan(11) ke lemari. Pertimbangkan dulu(12) apakah baju itu bakal(13) masih kita pakai atau nggak(14). Jangan ragu-ragu(15) untuk menyisihkan baju yang sudah kekecilan(16) atau nggak(17) bisa dipakai lagi, ya(18).
• Alasi(19) lemari kita dengan koran atau bungkus kado bekas. Lalu, jangan lupa taburkan beberapa kapur barus untuk mengurangi lembab dan mengusir ngengat.
• Susun baju yang sudah dilipat rapi tadi(20) berdasarkan kelompoknya.Misalnya(21), bagian T-Shirt, blus, celana, rok, dan lain-lain. Supaya pencarian baju lebih mudah, kita bisa susun baju berdasarkan warnanya juga.
• Khusus baju yang bahannya mudah kusut, digantung saja, ya.
• Sebaiknya, taruh(22) baju yang sudah lama nggak(23) dipakai di bagian depan. Jadi, kita nggak(24) melupakannya. Untungnya lagi, kita jadi sadar bahwa koleksi baju kita ternyata banyak.
• Saat mengambil baju yang letaknya di bawah, angkat tumpukan baju di atasnya. Jangan mengambil baju itu dengan cara menariknya. Soalnya(25), ketika baju ditarik, tumpukan lainnya akan ikut tertarik juga.
| No | Kata yang salah | Kata yang benar | Alasan |
| 1 | Kok | Ditiadakan | Kata penekanan |
| 2 | Amburadul | Berantakan | Bukan EYD |
| 3 | Hmm | Ditiadakan | Ekspresi |
| 4 | Begini | Seperti ini | Penggunaan kata kurang tepat |
| 5 | Tuh | Ditiadakan | Kata penekanan |
| 6 | Biar | Agar | Penggunaan kata kurang tepat |
| 7 | Psstt | Ditiadakan | Ekspresi |
| 8 | Lho | Ditiadakan | Kata penekanan |
| 9 | Bikin | Membuat | Bukan EYD |
| 10 | Space | Ruang | Kata asing |
| 11 | Kita masukkan | Dimasukkan | kata tak penting |
| 12 | Dulu | Dahulu | Lebih formal |
| 13 | Bakal | Akan | Lebih formal |
| 14 | Nggak | Tidak | Bukan EYD |
| 15 | Ragu-ragu | Ragu | Penyempitan kata |
| 16 | Kekecilan | Sempit | Penggunaan kata kurang tepat |
| 17 | Nggak | Tidak | Bukan EYD |
| 18 | Ya | Ditiadakan | Kata penekanan |
| 19 | Alasi | Diberi alas | Imbuhan tak sesuai |
| 20 | Tadi | Ditiadakan | Penyempitan makna |
| 21 | Misalnya | Contohnya | Lebih formal |
| 22 | Taruh | Letakkan | Penggunaan kata kurang tepat |
| 23 | nggak | Tidak | Bukan EYD |
| 24 | soalnya | Karena | Penggunaan kata kurang tepat |
sumber : klik disini




Judul Novel : Ways To Live Forever Penulis : Sally Nicholls Penerjemah : Tanti Lesmana Penerbit : Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 2008 Teb...